Sekuat apapun aku melawan, aku selalu saja.
Selalu saja menemukanmu, dalam pikiranku.
Selalu saja memikirkanmu, dalam tiap waktu.
Selalu saja ingin menulis, semua tentangmu.
Selalu, selalu saja. Dan akan tetap selalu.
"Mengapa?" Pikirku.
Ini selalu saja soalmu.
Perempuan yang datang dengan cara tak biasa.
Merusak tatanan kehidupanku.
Yang saat itu sangat biasa saja.
"Bagaimana bisa?" Batinku.
Kau datang dengan seenaknya.
Lalu menetap, dan ayolah, jangan pergi!
Pada hati ini, kau tinggal, semoga selamanya.
Dan ayolah, jangan seperti ini.
"Seperti apa?" Kau bingung.
Tak ada maksud membuatmu begini.
Aku rindu kamu. Kamu pada awal kedatangan.
Aku tetap sayang kamu, meski sikapmu seperti ini.
Dingin, dingin.... Dan sekarang perasaanku berantakan.
"Begitukah?" Ucapmu singkat.
Tetaplah dingin, itu hakmu.
Tetap sayang, itu hakku.
Hangatlah kembali, harapku.
Pergilah, mungkin itu harapmu.
"Dan kemungkinan itu, semoga tak benar."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar