Sini dik, duduk dan ambil pelajaran dari kisahku. Maukah kau:
Kelinci itu sampai kembali di penghujung jalan
Berakhir pada persimpangan
Pada jalan yang pilihan harus ditentukan
Ini seperti kembali ke masa lalu, kepalanya dikuasai kenangan
Kemana ia harus melangkah?
Dahulu ia ke kanan lalu ke kiri lalu lurus
Dahulu ia labil tak dapat menentukan
Didapatnya kemudian kehancuran
Sekarang, ia harus mantap menetapkan pilihan!
Ketiga jalan tersebut sudah jelas apa yang ada diujungnya:
Kanan dengan taman bunga aneka warna tapi juga beracun
Kiri dengan sarang lebah paling lucu di dunia namun berbahaya
Dan di depannya adalah jurang kehampaan
Kemana kaki kelinci hendak menuju?
Kanan dan kiri mempunyai keterikatan, lebah tak bisa hidup tanpa bunga dan sebaliknya
Keduanya mengharap si kelinci untuk menetap
Kelinci ke kiri bunga akan mati tak berkembang karena terlalu enggan dihinggapi si lebah
Kelinci ke kanan lebah akan mati karena malas menghisap manisan si bunga
Persabatan penuh egois, kelinci semakin bingung kehilangan arah.
Ah, kelinci tidak pernah belajar dari masa lalu
Dia pernah terjebak pada situasi yang persis sama
Sampai sekarang, si kelinci masih di persimpangan, entah sampai kapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar