Januari 22, 2017

Rokok

Menghisap rokok tak pernah senikmat ini sebelumnya.
Sebelumnya aku memang belum mengenalmu.
Tahu ada kau di dunia inipun tidak.
Pantaslah jika rokokku selalu hambar.

Belakangan rokok ini punya cita rasa.
Asap yang kuhirup persis seperti gulali pasar malam gemerlap penuh keriangan.
Sedangkan asap yang kubuang tiba-tiba menjadi awan cerah membentuk manis rupamu.
Dan nikotinnya, menjadi obat pereda batuk yang alami.

Ah……
Merokok sambil membayakangmu.
Seperti seluruh isi semesta menjadi milikku.
Aku tidak butuh hal lain.

Selain rokok di genggaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar