Januari 22, 2017

Anjing

Perjalanan di kereta selalu menyenangkan.
Selalu…….
Apalagi ketika semua tertidur dalam keheningan malam yang khidmat.
Awalnya kukira hanya aku juga pekat kabut pada stasiun ini.

Dengan damai stasiun ini menyapa. 
Teduh rasanya mendengar peluit yang ditiup anjing jalanan.
Semua tertidur…..
Hanya ada aku dan anjing itu yang terjaga.
Hening malam pecah ketika ia melolong, seperti getar halilintar di malam nyepi.

Bukannya takut, tapi itu adalah suara paling sedih.
Anjing itu daiabaikan kekasihnya.
Sendirian, ditemani kopi yang baru diseduhnya dengan asap kopi mengepul.

Sedang punggung kekasihnya makin jauh terlihat samar dari stasiun ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar