Pada ceruk matamu.
Terang benderang memecah kegelapan.
Namun dalam dan menghanyutkan.
Lautan bintang itu….
Manis…..
Seperti juga senyum meronamu.
Berkilau gemerlap, namun tetap sederhana.
Atau ini: gemericik hujan perasaan damai ini.
Aku pernah sedamai ini.
Aku ingat….
Itu saat mendengar ceritamu. Dari mulut mungil ranummu.
Tapi kenapa?
Kenapa malam terkadang amat dingin.
Hangat gairah juga nyala semangatku padam dan kalah, tak
berdaya.
Sehingga aku tak tahu harus apa…..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar