Februari 13, 2020

Halaman Belakang Rumah

Hei aku rindu
Aku sangat ingin bertemu
Ingatkah benih bahagia yang kita semai beberapa waktu lalu?
Mari ikut biar kutunjukan sesuatu

Lihatlah tunas pohon kebahagian di halaman belakang rumah kita
Mari kita rawat bersama dengan penuh cinta
Sirami dengan air pengertian
Lalu beri ia pupuk kasih sayang dan kecintaan

Tak perlu terburu-buru
Tunas pohon kebahagian itu butuh waktu
Mari jaga bersama agar tumbuh besar dan tak muncul hama
Jika muncul tak mengapa karena baik untuk menguji kekuatannya

Kita harus menyamakan tujuan kita dalam menyuburkannya
Pohon ini harus menjadi tempat berlindung di kala hujan
Tempat berteduh di kala panas
Tak roboh diterpa angin

Buahnya nanti untuk camilan menemani tiap obrolan kita di sore hari
Bunganya kupetik untuk kurangkai menjadi kado indah buatmu
Agungnya lambaian daunnya sekaligus rambutmu saat angin meniup
Di batangnya kan ku ukir nama kita agar menjadi doa

Aku tak bisa menyuburkannya sendiri
Atau aku bisa tapi untuk apa?
Untuk apa menghirup oksigen darinya jika tanpa obrolan denganmu
Untuk apa memakan ranum buahnya jika tanpa melihat senyum dari ranum bibirmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar