Malam kemarin kau rapuh
Sakitmu membuatmu berpeluh
Kau yang biasa kuat sendiri butuh orang lain untuk membasuh
Kuyakinkan bahwa aku hadir untuk merawatmu agar tak luruh
Malam ini kutanyakan kabarmu
Lebih baik jawabmu
Bahkan kau bercerita tentang harimu dengannya
Kau bercerita bahwa siang tadi saat matahari sedang terik, kalian sedang makan siang sambil mengobrol dengan asik
Secepat itu fluktuasi sikapmu padaku, hanya karena satu pertemuan singkatmu dengannya
Tidak, bukan karena satu pertemuan singkat
Memang aku yang terlalu cepat tertambat
Sikap menyenangkanmu padaku salah kuartikan
Kamu ternyata memang ke semua orang bersikap menyenangkan
Tidak, kau sepertinya sempat berpikir akulah orangnya
Namun memang ragumu lebih kuat
Dan aku tidak mampu meyakinkanmu
Ragumu memang cukup kuat, dirinya pun sepertinya belum cukup meyakinkanmu
Pada posisiku saat ini, mendengar suaramu dari tiap konten sosial mediamu sudah membuat hariku tenang
Pada posisiku dulu, mendengar riang tawamu adalah pekerjaan menenangkan setiap hari
Melihat ranum bibirmu tersenyum adalah rutinitasku yang menyenangkan
Pada posisiku saat ini, aku juga melihat senyummu merekah karena orang lain
Dulu kau selalu menceritakan harimu
Saat ini kepadanya kamu bercerita
Dulu aku merasa aku adalah orang yang begitu mengerti tentangmu
Ternyata aku salah
Aku ada dimana sekarang?
Aku sangat jauh darimu
Kamu dimana sekarang?
Kamu sangat dekat dengannya
Saat ini, atau kemarin? Kamu adalah terbaik yang hadir dalam hidupku
Dan aku wajib bersyukur atas hal itu
Karena itu pula akan sangat menyakitkan saat mendengar ceritamu soal orang lain
Apalagi bila nanti melihatmu bersama yang lain
Suka atau tidak, percayalah. Aku bahagia atas bahagiamu.
Menjadi dekat lebih dulu belum tentu mengalahkan hadirnya orang baru
Namun kau memberitahu masih ada ragu yang hinggap padamu
Ambillah waktumu
Jangan terburu-buru
Pun menjadi pilihan terakhirmu, aku tak mengapa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar