Februari 29, 2020

Doa 1

Aku sudah mengutarakannya bukan?
Lalu kau tetap memilih untuk tak memberiku penerimaan
Rupanya kau masih terkurung yang telah kau lalui bahwa persahabatan yang menjadi cinta adalah hal yang salah
Yang kau lalui adalah faktanya, namun aku adalah opinimu

Aku meminta hal paling berharga milikmu dengan baik-baik, kan?
Aku tak pernah memaksa
Kau bebas menitipkan hal yang paling berharga milikmu kepada siapapun
Semoga kau tak salah lagi menitipkannya pada siapa

Sekarang aku hanya akan menunggumu, entah sampai kapan
Semoga saat kamu berlari ke arahku aku masih tetap menunggu sambil mencintaimu
Dan sepertinya memang akan seperti itu
Cinta ini, padamu tak mau hilang

Kehilangan memang selalu pahit
Sepi yang sangat getir padahal selalu berada pada keramaian
Aku sadar bahwa merawat dan mengajari terbang burung yang sayapnya patah harus siap kehilangan saat ia telah sembuh dan terbang kembali
Lalu hanya dapat melihat burung itu di atas dahan bercengkrama dengan jantannya

Rasanya jahat aku ingin kembali kepada masa dimana burung itu terluka sayapnya
Sebab jantannya yang jahat, tapi aku lebih jahat jika berharap demikian
Merelakan tak pernah mudah
Oleh sebab itu, sepertinya aku tak akan bisa, percayalah aku akan menangkapmu saat kau terluka dan jatuh

Tetapi, kudoakan semoga hal itu tak pernah terjadi lagi, dan aku akan tersenyum melihatmu di atas dahan, dari bawah, tempatku berada.

Februari 20, 2020

Ternyata Aku Cukup Egois

Ternyata aku cukup egois
Aku tak pernah bertanya apa yang kau rasakan padaku
Atau aku terlalu naif?
Menganggap apa yang kau berikan padaku adalah cinta

Padahal sebatas perlakuan baikmu kepada semua orang
Bukan karena cinta, lebih kepada keramahan dirimu
Kebaikanmu yang memang seluas samudera
Kamu memang ajaib buatku

Aku tak pernah memikirkan tentang jauhnya masa depan
Tentang kemana harusnya cinta itu berlabuh
Kemana harusnya aku membawa hubunganku
Tapi, kau mengubah pola pikirku soal hubungan

Hubungan lebih dari sekadar rasa sayang 2 insan
Lebih dari itu, hubungan adalah soal kemana ia mau dibawa
Dan, kamu berhasil mengubah sudut pandang kaca mata kudaku
Selamat, kamu memang ajaib

Diskusiku dengan Tuhan di sepertiga malam masih tentangmu
Tuhan, jika memang ialah orangnya, tolong mudahkanlah jalannya
Tuhan, jika hanya 1 doaku saja yang bisa kau kabulkan:
Tolong jangan berikan ia kecewa lagi, jangan berikan ia tangisan lagi, entah dengan siapapun nantinya ia bersama

Februari 17, 2020

Aku Tau Posisi

Malam kemarin kau rapuh
Sakitmu membuatmu berpeluh
Kau yang biasa kuat sendiri butuh orang lain untuk membasuh
Kuyakinkan bahwa aku hadir untuk merawatmu agar tak luruh

Malam ini kutanyakan kabarmu
Lebih baik jawabmu
Bahkan kau bercerita tentang harimu dengannya
Kau bercerita bahwa siang tadi saat matahari sedang terik, kalian sedang makan siang sambil mengobrol dengan asik

Secepat itu fluktuasi sikapmu padaku, hanya karena satu pertemuan singkatmu dengannya

Tidak, bukan karena satu pertemuan singkat
Memang aku yang terlalu cepat tertambat
Sikap menyenangkanmu padaku salah kuartikan
Kamu ternyata memang ke semua orang bersikap menyenangkan

Tidak, kau sepertinya sempat berpikir akulah orangnya
Namun memang ragumu lebih kuat
Dan aku tidak mampu meyakinkanmu
Ragumu memang cukup kuat, dirinya pun sepertinya belum cukup meyakinkanmu

Pada posisiku saat ini, mendengar suaramu dari tiap konten sosial mediamu sudah membuat hariku tenang
Pada posisiku dulu, mendengar riang tawamu adalah pekerjaan menenangkan setiap hari
Melihat ranum bibirmu tersenyum adalah rutinitasku yang menyenangkan
Pada posisiku saat ini, aku juga melihat senyummu merekah karena orang lain

Dulu kau selalu menceritakan harimu
Saat ini kepadanya kamu bercerita
Dulu aku merasa aku adalah orang yang begitu mengerti tentangmu
Ternyata aku salah

Aku ada dimana sekarang?
Aku sangat jauh darimu
Kamu dimana sekarang?
Kamu sangat dekat dengannya

Saat ini, atau kemarin? Kamu adalah terbaik yang hadir dalam hidupku
Dan aku wajib bersyukur atas hal itu
Karena itu pula akan sangat menyakitkan saat mendengar ceritamu soal orang lain
Apalagi bila nanti melihatmu bersama yang lain

Suka atau tidak, percayalah. Aku bahagia atas bahagiamu.

Menjadi dekat lebih dulu belum tentu mengalahkan hadirnya orang baru
Namun kau memberitahu masih ada ragu yang hinggap padamu
Ambillah waktumu
Jangan terburu-buru

Pun menjadi pilihan terakhirmu, aku tak mengapa

Februari 13, 2020

Halaman Belakang Rumah

Hei aku rindu
Aku sangat ingin bertemu
Ingatkah benih bahagia yang kita semai beberapa waktu lalu?
Mari ikut biar kutunjukan sesuatu

Lihatlah tunas pohon kebahagian di halaman belakang rumah kita
Mari kita rawat bersama dengan penuh cinta
Sirami dengan air pengertian
Lalu beri ia pupuk kasih sayang dan kecintaan

Tak perlu terburu-buru
Tunas pohon kebahagian itu butuh waktu
Mari jaga bersama agar tumbuh besar dan tak muncul hama
Jika muncul tak mengapa karena baik untuk menguji kekuatannya

Kita harus menyamakan tujuan kita dalam menyuburkannya
Pohon ini harus menjadi tempat berlindung di kala hujan
Tempat berteduh di kala panas
Tak roboh diterpa angin

Buahnya nanti untuk camilan menemani tiap obrolan kita di sore hari
Bunganya kupetik untuk kurangkai menjadi kado indah buatmu
Agungnya lambaian daunnya sekaligus rambutmu saat angin meniup
Di batangnya kan ku ukir nama kita agar menjadi doa

Aku tak bisa menyuburkannya sendiri
Atau aku bisa tapi untuk apa?
Untuk apa menghirup oksigen darinya jika tanpa obrolan denganmu
Untuk apa memakan ranum buahnya jika tanpa melihat senyum dari ranum bibirmu