Pada angka ini pecah segala isak
Melutup segala sesak
Aku telah kalah
Yang kubisa lakukan hanyalah berserah
Namamu adalah lara
Sebuah rasa yang tak mungkin ada yang suka
Hari-hariku setelah sepuluh penuh denganmu
Yang kian hari kian menggebu
Ingatan siapa yang bisa melupa soal kesakitan?
Keadaan perpisahan dengan seorang incaran
Yang telah membuat kita berpikir bahwa dialah ciptaan yang sengaja turun untuk mengenalkan pada kita apa itu itu kasih
Membuat kita untuk tidak dapat beralih
Dan, sekaligus mengenalkan apa itu sebuah rasa tanpa deskripsi yang orang sebut: Sesak!
Setelah sepuluh semua rasa selain sesak luruh
Aku mati rasa!
Hancur bayangan sempurna soal semesta yang sempurna denganmu
Yang tersiksa hanya aku, hanya aku yang tersisa
Hadirmu yang singkat
Hadirmu yang sesaat
Menambat!
Lalu siapa yang dapat mengajarkan melupakan?
Ah! Semua ini siksaan!
Tatapmu yang menghangatkan
Senyummu yang melelehkan
Riangmu yang menyenangkan
Dan caramu pergi yang menghancurkan
Tiap sel dan partikel dalam tubuh ini
Mungkin kau harus tau sepuluh hal:
Satu sampai sembilan, aku mencintaimu
Sepuluh, aku akan tetap dan selalu mencintaimu
Bahkan untuk lebih lama dari selamanya!
(Depok: 10/09/17 02.37)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar