Aku lelah memikirkanmu
Aku lelah mengharapkanmu
Aku lelah merindukanmu
Aku lelah menulis soalmu
Namun tak banyak yang dapat kulakukan
Untuk melukiskan tiap perasaan
Selain menuangkan dalam ratusan tulisan
Karena.... aku sendirian
Tak seorangpun teman sependeritaan
Kalian melihatku selalu riang
Tapi aku sendirian
Kosong dan namamu selalu terngiang
Bak suara knalpot para pebalap
Aku sedang di lintasan balap
Suara tawamu berlarian
Mengitari tiap inci sirkuit pikiran
Aku tak akan berhenti disini
Sampai kau yang meminta untuk berhenti
Tapi aku berhak tidak memberi permintaanmu sama seperti hakmu tidak memilihku
Tulisanku adalah gelombang laut lepas yang siap menggulung sesiapa yang coba menasihati melupakanmu
Asaku akan terus tinggi
Harapku tak akan berhenti
Doaku agar kau cepat sendiri lagi
Maaf, semua telah terbang ke langit dan tak dapat diminta kembali
Kuharap kau dan Tuhan mau mengerti
(Depok: 01.48)