Di langit, mentari mulai naik
Dari atas bukit, kulihat laut melirik
Dan di laut, di tepinya, ada kamu
Angin laut membelai manis kerudungmu
Laut seakan ingin memilikimu
Yang sepertinya belum juga ingin lepas dariku
Seperti laut yang takut kehilangan ikannya
Namun ikannya ingin terus berkenala
Ikan tetaplah ikan, tempatnya di laut
Tak munafik, ia nyaman dalam laut
Namun ia bersikeras meninggalkan
Ke tempat lain yang belum tentu membuatnya nyaman
Dan mentari makin terik
Makin tinggi
Pikiranku terus saja dihantui kekalutan sang ikan
Yang masih tak dapat menentukan
Riang ombak laut bergulung adalah bahagianya
Namun ia ingin ke air tenang yang dalam pikirnya menyimpan lebih banyak keriangan
Sang ikan terus saja kalut
Pikiranya masih saja berkabut
Sampai akhirnya ia lengah dalam pemikiran
Dan masuk dalam perangkap nelayan
(Garut: 09.21)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar