Juli 25, 2021

Nyawa Yang Kita Cintai

Nyawa sebatas angka
Padahal itu orang istimewa
Orang tua kita, adik kaka kita, paman bibi kita, teman atau kekasih kita
Tapi itu hanya sebatas satu dua tiga bagi mereka

Sudah 2 tahun lebih
Tapi keadaan makin menjadi-jadi
Sirine ambulan terus bergema di jalan-jalan
Membawa orang terkasih ke kuburan

Kalau saja saya punya uang sebanyak mereka-mereka
Saya berikan semuanya asal kembalikan nyawa keluarga saya
Tapi saya tak punya
Saya hanya punya keluarga yang sekarang sudah tak ada

Pergi kemana nurani?
Setelah berkelakar dengan senyum rekah di awal pandemi
Mengaku pasrah dan merasa tak berdaya menghadapinya kini
Setelah nasi kucing, doa qunut, izin virus masuk berbelit, jamu, susu kuda liar. Sekarang minta dimaklumi?

Juli 24, 2021

Darurat Kata Mereka

Darurat kata mereka apa maksudnya?
Rakyat yang lagi-lagi menderita
Di rumah saja jangan kemana-mana
Tapi kebutuhan hidup kita tak jadi prioritas mereka

Darurat kata mereka apakah sedarurat itu ya?
Tapi sampai sekarang pintu masuk tetap saja dibuka

Mata mereka yang tertutup!

Pandemi itu bukan persoalan main-main
Tapi mereka terus saja mengelakkan pendapat sains
Sekolah dari rumah, kerja dari rumah, warung tak boleh buka, jalanan harus kosong
Apakah mereka tak memikirkan perut kami yang kosong?

Rakyat bantu rakyat
Ayo gotong royong
Rakyat makin melarat
Mereka terus saja berbohong

Kasus harian turun setiap hari
Dibarengi jumlah tes yang juga dikurangi
Rakyat makin gerah
Mereka terus saja berkilah

Nasi kucing, doa qunut, susu kuda liar
Masih ingatkah mereka dengan kata-kata di atas?
Setelah itu semua, rakyat lagi yang disalahkan
Karena keluar rumah padahal untuk mencari makan

Yang tak mereka siapkan.