Padahal itu orang istimewa
Orang tua kita, adik kaka kita, paman bibi kita, teman atau kekasih kita
Tapi itu hanya sebatas satu dua tiga bagi mereka
Sudah 2 tahun lebih
Tapi keadaan makin menjadi-jadi
Sirine ambulan terus bergema di jalan-jalan
Membawa orang terkasih ke kuburan
Kalau saja saya punya uang sebanyak mereka-mereka
Saya berikan semuanya asal kembalikan nyawa keluarga saya
Tapi saya tak punya
Saya hanya punya keluarga yang sekarang sudah tak ada
Pergi kemana nurani?
Setelah berkelakar dengan senyum rekah di awal pandemi
Mengaku pasrah dan merasa tak berdaya menghadapinya kini
Setelah nasi kucing, doa qunut, izin virus masuk berbelit, jamu, susu kuda liar. Sekarang minta dimaklumi?