Sesaknya makin terasa dalam batinku
Saat tak sengaja kulihat foto kalian mesra bercumbu
Aku pernah menyalahkanku ketika membuat orang lain sesak
Sekarang aku menyalahkanmu karena membuatku sesak
Hidup memang terus berputar, kan?
Anehnya aku tertawa getir untuk kali ini
Semoga kalian bahagia
Takkan mudah sepertinya menghapus sesakku kali ini
Karena aku sudah memilihmu, tapi pilihanmu bukanlah aku
SIALAN!
Kau sudah dua kali meluluhlantakkan hatiku
Yang pertama dengan rasa bahagia
Yang sekarang dengan kecewa
Kecewa karena pahit melihat orang lain yang memenangkanmu
Tapi, sembuh hanya soal waktu
Entah sampai kapan
Aku berharap semoga segera
Namun sepertinya, pada kenyataan mungkin butuh proses yang lama
Lama mungkin berarti selamanya
Semoga kemungkinan itu tak terjadi, aku tak mau harus terpuruk sendirian
Luka-ku pasti sembuh, harus secepatnya
Makin lama pasti hanya akan membuatku menahan siksa
Melihat kalian tak memikirkan lalu terus mesra
Tapi aku malah sendirian merana
SESAK!
Semakin lama aku memikirkanmu
Semakin larut aku terbawa kecewaku
Sesaknya makin terasa
Yang keluar berdampingan dengan air mata
(Depok: 03.32)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar