Semenjak dekat denganmu, aku tak lagi pandai berpuisi.
Karena yang kupikirkan adalah bukan lagi tentang kata
Tapi bagaimana cara membuatmu senang dan bahagia
Karena aku sadar, puisi takkan bisa selalu menyenangkanmu
Kadang gemuruh riuh puisi akan kalah
Dengan suara ibu yang lembut membangunkan ayah shubuhan
Kalah dengan merdunya pertemuan aspal jalan dengan rinai hujan
Dan kalah dengan riang tawamu, secara perlahan
Keheningan malam akan menjadi gemerlap
Merasuk seluruh hati yang lama terlelap
Kamulah keheningan malamku
Kamulah yang membangunkan hatiku, sekali lagi
Aku mohon, jangan kau nyanyikan lagu yang akan membuat hatiku tidur lagi
Sudah terlalu lama rasanya
Beri hatiku semangat beri dia gairah
Dan tetaplah dekat
Amat mengantuk dan terlelaplah
Tidurlah bersamaku
Dibawah malam, bintang, hujan dan keheningannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar