Aku: katanya kamu cinta dia, kenapa tak kamu nyatakan saja?
Aku yang lain: ah tidak semudah itu, chatku yg harusnya dengan mudah dia balas saja diabaikan, bagaimana bisa dia membalas pernyataan cintaku?
Aku yang lainnya lagi: hanya satu yang perlu kau lakukan. Cobalah.
Aku: iyaaaa kau hanya perlu mencobanya.
Aku yang lain: kalian tak mengerti, aku hanyalah seorang pecundang pengecut yang bahkan hanya diam melihat bola matanya ke arahku
Aku: lalu kamu hanya akan diam?
Aku yang lainnya lagi: iya, kalau dia dimiliki orang lain, kau akan ikhlas?
Aku yang lain: malah aku teramat bahagia jika dia menemukan laki-laki pemberani yang bisa dibalas cintanya oleh dia. Karena cinta dalam doa adalah cinta yang hakiki.
Aku: kau terlalu munafik, cinta itu harus memiliki, manusia diciptakan memang untuk itu, ambisi memiliki.
Aku yang lain: tapi satu yang kau lupa, manusia juga diciptakan dengan kemunafikan, manusia tanpa kemunafikan ialah bualan termasyur para pendongeng. Aku akan tetap mencintainya, dengan cara apapun itu. Kau hanya perlu melihatnya!
Mei 31, 2016
Percakapan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar