Aku pernah bilang resiko tinggi ketika kuputuskan mencintaimu:
Mulai dari tidak bisa tidur karena memikirkanmu
Tidak bisa senang karena sedang rindu kamu
Tidak bisa renang karena memang tidak bisa
Tidak bisa berhenti mencintaimu karena memang harus
Bahkan sampai tidak bisa mandi pagi karena akunya sedang ngopi
Ah. Alangkah lebih tinggi dari resiko apapun, kukira!
Lebih tinggi dari resiko merokok bagi ibu hamil dan balita
Lebih tinggi dari resiko tidak mematuhi perintah kaka kelas
Tapi tidak lebih tinggi dari resiko meninggalkan sholat atau durhaka kepada orang tua
Tak apa. Tanpa resiko, hidup ini hanyalah hidup
Makan, tidur, merokok lalu mati
Alangkah membosankan nya hidup seperti itu
Aku ingin menantang resiko itu
Aku ingin tau siapa yang akan tertawa pada akhirnya
Aku atau resiko?
Maukah kau bersamaku tertawa diakhirnya?