Oktober 29, 2016

Disamarkan (1)

Aku pernah bilang resiko tinggi ketika kuputuskan mencintaimu:
Mulai dari tidak bisa tidur karena memikirkanmu
Tidak bisa senang karena sedang rindu kamu
Tidak bisa renang karena memang tidak bisa
Tidak bisa berhenti mencintaimu karena memang harus
Bahkan sampai tidak bisa mandi pagi karena akunya sedang ngopi

Ah. Alangkah lebih tinggi dari resiko apapun, kukira!
Lebih tinggi dari resiko merokok bagi ibu hamil dan balita
Lebih tinggi dari resiko tidak mematuhi perintah kaka kelas
Tapi tidak lebih tinggi dari resiko meninggalkan sholat atau durhaka kepada orang tua

Tak apa. Tanpa resiko, hidup ini hanyalah hidup
Makan, tidur, merokok lalu mati
Alangkah membosankan nya hidup seperti itu

Aku ingin menantang resiko itu
Aku ingin tau siapa yang akan tertawa pada akhirnya
Aku atau resiko?
Maukah kau bersamaku tertawa diakhirnya?

Oktober 26, 2016

Bukan tapi lebih

Kamu bukan permaisuri, kamu lebih.
Ratu di sanubari.
Pelembut kerasnya hati.
Kamu bukan bidadari, kamu lebih.
Cantik dari hati.
Ini bukan soal persepsi.

Kamu bukan mr. Bean, kamu lebih.
Mengajari cara hidup riang.
Bukan cuma sekedar hisap oksigen.
Kamu bukan mobil mewah, kamu lebih.
Membuat bangga saat berdua.
Bukan sekedar enak dilihat mata.

Kamu bukan api unggun, kamu lebih.
Menghangat segala temu.
Juga mengindahkan setiap jumpa.
Kamu bukan kopi hitam, sayang, kamu lebih.
Membuatku tenang.
Membuat pikiran melayang.

Lalu, katamu: Hidup ini suka duka!
Tapi denganmu, aku hanya merasakan suka.
Ketika kau tersenyum, seketika aku merasa;
"Aku tak butuh apa-apa lagi sekarang!"
Karena ketulusan senyummu.
Membuatku sadar.
Dunia ada dalam bibirmu.
Isi dunia ada di matamu.

Kamu itu ya kamu, yang tak sempurna, namun lebih.

Oktober 04, 2016

Maaf

Maaf, untuk kali ini.
Untuk kalian.
Motor, jalanan, helm, jilbab, jok motor.
Juga untuk velg racing, oli gardan, dan spedometer.
Maaf untuk aku yang tak bisa merahasiakan semuanya lagi.
Semuanya:
Terutama untuk terungkapnya rasa ini.
Ah sial. Hilang sudah cinta terbesar.
Cinta dengan kerahasiaannya.
Kini kamu sudah tahu.
Sekarang terserah padamu mau bagaimana.
Aku hanya berharap.
Jangan pernah rubah sikapmu.
Jangan pernah berubah.
Aku suka kamu.
Kamu yang riang.

Sekarang, yang jadi pertanyaan adalah:
Kalau aku sayang kamu, gimana?
Gapapa yaaaa?

Oktober 03, 2016

Kamu 5

Malam ini, adalah hari terbaikmu.
Setidaknya begitu buatku.
Jika tidak, setidaknya begini;
Keinginanmu sore tadi terpenuhi.
Ada puisi dengan judul "kamu 5" tercipta.
Walaupun hanya diciptakan si pengecut kecil.
Tak masalah.
Karena apa; jangan lihat siapa yang mencipta.
Lihat siapa alasan di balik terciptanya itu semua.
Kamu.

-Depok, saat keadaan kosan ramai-