Juni 29, 2016

Meledak

Aku ingin tahu, apa isi kepalaku
Apakah kamu?
Atau segala problematika tak berketuhanan milikku?
Ah, rasanya ingin meledak;
Biar keluar seluruh isinya
Biar aku tahu apa sebenarnya isinya
Ah, rasanya ingin teriak;
Melepaskan segala penat
Mengurangi sedikit beban berat

Juni 23, 2016

Aku adalah...

Aku adalah permen karet
Yang hanya kau lirik ketika masih manis
Yang kau mau jika kau butuh
Yang kau akan buang ketika hambarnya terasa
Aku tak mengapa
Setidaknya permen karet ialah yang berhasil memaniskan hidupmu, meski sesaat

Aku adalah ban serep
Yang kau pakai saat ban utama rusak

Aku adalah aku si pemeran pengganti
Yang tak kau lirik meskipun aku yang melakukan adegan berbahaya
Kau akan terus menatap pemeran utama
Dia yang menawan dengan aktingnya
Dia yang selalu dapat peran asik denganmu
Dan aku, selalu mendapat peran yang lain

Juni 17, 2016

Sabar

Satu lagi malam yang aku lewatkan tanpa tidur
Sialan. Tiada guna malam ini
Selain aku jadi mikir dan tahu jawaban
Jawaban apa?
Jawaban dari kenapa aku menulis
Kamu bisa mengerti 2 tahun lagi kenapa aku mesti nulis
Bersabarlah

Juni 15, 2016

Telat

Menunggu waktu yang tepat hanya akan membuatmu terlambat. Sebelum menyesal. Katakan, sekarang!
Satu lagi hal yang buatku ingin mati saja
Setelah beban berat yang hinggap
Aku merasakan yang lebih berat dari semesta
Melihatmu bersamanya
Bergandeng tangan berdua
Berjanji bersama selamanya
Saling berbalas cinta
Ah indahnya....   
Telat masuk kelas, gawat
Telat pulang ke rumah, gawat
Telat datang bulan, gawat  
Dan yang maha gawat, telat menyatakan

Beban

Beban satu tumbang
Beban lainnya menunggu di persimpangan
Beban satu terlewatkan
Beban selanjutnya bersahutan
Setiap orang punya bebannya masing-masing
Ada yang seberat tank ada yang seberat gasing
Tak ada seorang pun yang tak punya beban
Melainkan dia yang telah berada di pangkuan

Juni 07, 2016

Batu

Batu yang amat keraspun dapat dikalahkan
Konsistensi dan keikhlasan tetesan air yang jatuh keatasnya
Batu itulah hatimu
Keras
Tak mudah jika harus memahatnya
Aku harus sabar seperti air
Perlahan menetesi
Konsisten dan berkesinambungan
Tak peduli harus jatuh berkali-kali
Air akan tetap begitu
Bahkan saat si batu telah berhasil dihancurkannya
Bisakah aku?

Juni 05, 2016

Kamu

Dadaku makin sesak
Menahan gejolak
Batinku kian berontak
Serasa ingin teriak
Namun rasanya belum pantas
Ungkapkan rasa yang kian beringas
Kamu terlalu manis
Untuk menjadi pengisi hati
Kamu terlalu cantik
Untuk menemani hari-hari
Kamu harus jadi milikku
Walau harus singgah dahulu
Kamu harus denganku
Berjalan menyusuri waktu
Tiap detik
Menit
Jam
Hari
Berduaan selalu

Juni 03, 2016

Ilalang

Cinta yang tumbuh itu semakin tak terkendali
Bagai ilalang di lapang yang luas
Tak ada yang bisa yang menghentikan pertumbuhannya
Termasuk kamu
Kamu kira kamu siapa?
Seenaknya menebas setiap ilalang dihadapanmu
Ilalang itu akan tetap tumbuh
Bahkan tanpa hujan yang membasahinya
Dia akan tetap tumbuh tak terkendali
Memenuhi setiap inci si lapang
Tak peduli seberapa keras usahamu menebasnya
Cintaku adalah ilalang itu
Usahamu menghentikan cintaku padamu hanya akan sia-sia
Tapi tak mengapa kau terus menebasnya
Itu urusanmu
Urusanku adalah menghentikan pertumbuhan liar si ilalang
Itu berat, sayang....
Amat berat...
Percayalah...